Rabu, 27 Oktober 2010
Rabu, 20 Oktober 2010
Toloooong!!!!

Aku terlalu jauh masuk menerobos belantara rasa meski remang
sehingga lupa jalan pulang
tersesat di keheningan malam yang pekat, lengang
kucoba lagi menoleh ke belakang
namun yang kulihat tetaplah lembah sunyi tanpa sekat, tanpa ruang
dag...dig...dug....jantungku terus berdetak kencang
kini aku mulai panik, linglung juga bingung serasa terbuang
jangan-jangan sebentar lagi aku terjatuh di jalan berlubang
Tolooooong......!!!!.....
Sabtu, 16 Oktober 2010
About Woman.....

The Woman restless on the corner
Silent with questiones without answer
Alone in the jungle, imaginer
Sad sound played from the guitar of her
The Woman restless on the corner
Wind flows like grain heart
Missing the happines that have felt
Bilnd her eyes to find assist
Looking for the moon in the edge of sky, just act!
The Woman restless on the corner
Walk in the dark night
Reaching dreams on the sky, light!
Take the stars, tight
Then, wait with her last fight
Rabu, 13 Oktober 2010
Forgive Me!
I feel so blame
When I remember, my love “Rome”
The restless makes alone come
Like a woman freeze in the middle of dume
Weak, without friend, without name
Loving you take my heart from freedom
Prison me with all your kingdom
Don’t hold me again, you give the boredom
And blowing happiness, random!
Let live with the fate, don’t be broken
Strenght will create some golden
Coz we try to destroy the sadden
Until we sure the pain have taken
MAAF KU
Aku merasa begitu bersalah
Bila mengenang “Rome” cintaku
Kesunyian tercipta karena gelisah
Laksana sang perempuan di tengah kubah, kaku!
Tanpa kawan tanpa nama, rapuh!
Mencintaimu membuat hatiku tertawan
Terpenjara oleh segala daya kekuatan
Jangan menahanku lagi, kau cipta rasa bosan
Menerbangkan kebahagiaan, serampangan!
Biarkan kita hidup seiring takdir, jangan merusak!
Kekuatan membuahkan pundi-pundi emas
Bila kita berusaha meluluh lantahkan sedih yang sesak
Hingga kita yakin luka telah terhempas
Sabtu, 09 Oktober 2010
Tentang Perempuan II

Perempuan di sudut gelisah
Meluruh luka pada tanya yang terjawab
Melebur pilu pada remang sunyi
Berkabut bisu dalam keheningan malam
Denting gitarnya diam tenggelam….kalut!
Perempuan di sudut gelisah
Hatinya gaduh ingin menyeduh
Sinar bulan yang semakin redup merengkuh
Tubuhnya tersungkur lunglai melepuh
Tersengat pada kata-kata yang melukai luka
Perempuan di sudut gelisah
Menitip perih pada angin,
Berbisik: “Terbangkan kesahku bersama sayap yang terkibas”
Merayu sendu pada cahaya langit,
Berbisik” “Sinarkan lorong gelapku bersama kelap-kelip bintang”
Menyapa harap pada debur ombak pantai,
Berbisik: “Serpihkan lukaku bersama gemuruh ombak menghempas karang”
Perempuan di sudut gelisah
Semakin tersudut…..
Semakin Gelisah…
Dan semakin………

